Senin, 23 Februari 2015

Bermain Air Dengan “Paket Komplit” di Pantai Lenggoksono Malang

Selama ini mungkin Anda hanya mengetahui tempat wisata di Malang yang bisa Anda kunjungi hanya sebatas Batu atau mencicipi es krim lezat di Toko Oen Malang. Padahal, ada pantai di Malang yang menarik untuk di kunjungi. Yaitu Pantai Lenggoksono.

Pantai Lenggoksono adalah pantai di Malang yang menawarkan paket komplit bermain air. Selain menikmati surfing dengan ombaknya yang setinggi 3 meter, Anda bisa berenang, snorkeling, hingga mandi di Banyu Anjlok yang merupakan air terjun air tawar yang ada di dekat pantai.

Tempat wisata di Malang ini bisa ditempuh sekitar 2,5 jam dari Kota Malang atau sekitar 70 km dari Kota Malang menuju Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Pantai ini memiliki garis pantai yang panjang dan ombak yang cukup besar. Sehingga, pantai tersebut cocok untuk dijadikan Anda belajar surfing.
Alam bawah laut dari pantai di Malang ini juga cukup indah. Cobalah snorkeling dan lihat keindahan coral dan ikan yang cantik berwarna-warni. Atau Anda bisa berenang di teluk yang ombaknya lebih tenang dari bagian lainnya. Anda juga bisa mengarungi lautan dengan menggunakan Jukung atau perahu kecil nelayan yang terbuat dari kayu. Anda juga bisa mengunjungi ceruk di tebing atau gua yang banyak terdapat kelelawar.

Selain menikmati pantainya yang indah, Anda bisa bersantai dan mandi di ari terjun air tawar yang letaknya di dekat pantai. Air terjun yang disebut Banyu Anjlok ini memiliki tinggi 8 meter dan lebar 10 meter. Menariknya lagi, air terjun ini langsung jatuh ke pasir dari Pantai Lenggoksono ini.

Kini, Anda tak hanya bisa mengunjungi pegunungan saja jika mengunjungi Malang. Anda bisa menikmati cantiknya tempat wisata di Malang ini. Terlebih lagi, pantai ini masih sedikit orang yang mengetahuinya.

Jumat, 20 Februari 2015

Mencicipi Dinginnya Es Krim Lezat Tempoe Doeloe di Toko Oen Malang

Siapa yang tidak mengenal kedai es krim legendaris dari Kota Malang? Ya, Toko Oen Malang memang menjadi salah satu tempat wisata kuliner di Malang yang dinanti oleh para traveller. Keberadaan toko yang telah berdiri sejak zaman kolonial Belanda tersebut menjadi tujuan kuliner yang sayang untuk dilewatkan.

Rasa es krim dari kedai es krim ini cukup otentik. Bahkan rasanya pun tetap terjaga hingga saat ini. para traveller, tidak hanya ingin mencicipi kelezatan es krim dari Toko Oen Malang saja. Namun juga menikmati suasana tempo dulu yang ditawarkan oleh kedai ini.

Toko ini berada tepat di jantung Kota Malang atau sekitar 50 meter dari alun-alun Kota Malang. Toko ini dibangun sejak tahun 1930 oleh pengusaha kuliner keturunan Tionghoa. Saat zaman kolonial Belanda, kedai ini menjadi tempat berkumpulnya tuan dan noni Belanda.
Saat zaman semakin berubah, kini toko tersebut telah berubah menjadi toko yang menyimpan beragam benda bersejarah. Yang membuat suasana toko ini seperti mengembalikan memori tentang masa lalu adalah kursi serta meja yang digunakan. Yaitu masih menggunakan kursi rotan khas kursi zaman dahulu. Cukup nyaman dan sanggup membuat Anda enggan beranjak dari toko ini.

Salah satu es krim yang terkenal di toko ini adalah home made ice cream yang dihiasi dengan wafer stick dan buah cherry. Jika ingin mencicipi makanan berat, maka Anda bisa mencicipi steak daging sapi yang sejak dahulu terkenal kelezatan dan keaslian rasanya. Rasanya? Jangan ditanya kelezatannya.

Yang menambah menarik dari kedai es krim ini adalah, foto-foto Kota Malang pada zaman dahulu yang kini terpajang rapi di dinding toko ini. Bahkan, foto dari Presiden Soekarno pun terpajang di dinding Toko Oen Malang ini. Suasananya yang nyaman, membuat Anda enggan mengakhiri wisata kuliner di Malang kali ini.

Rabu, 18 Februari 2015

Serunya Menjelajahi Koleksi Mobil Klasik di Museum Angkut di Batu, Malang

Di Malang, Anda tak hanya bisa menikmati rekreasi sambil belajar di Jatim Park atau menikmati keindahan di Taman Selecta saja. Ada satu tempat wisata di Malang yang juga bisa Anda datangi. Yaitu museum khusus kendaraan yaitu Museum Angkut.

Museum Angkut adalah museum yang menghadirkan aneka koleksi mobil-mobil antik. Di museum ini, Anda tak hanya sekedar melihat aneka koleksi mobil antik saja. Namun tempat wisata di Malang ini juga menyajikan movie star studio, cerita mengenai sejarah hingga perkembangan dunia angkutan.

Museum ini cukup unik. Terlebih lagi karena letaknya yang ada di lereng Gunung Panderman dan setiap ruang museum menggunakan latar belakang kota-kota serta bangunan eksotis di Batavia, Eropa dan Amerika.

Museum ini berdiri di atas lahan seluas 3,7 hektar dan terdiri atas beberapa zona. Zona pertama berupa aula utama terpanjang dengan pajangan angkutan langka dan memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi. Zona selanjutnya yaitu zona edukasi. Di zona ini menyajikan sejarah mengenai angkutan darat, laut, udara hingga berbagai jenis angkutannya. Di zona ini juga terpajang mobil listrik milik Dahlan Iskan.

Zona selanjutnya yaitu Batavia, Pecinan serta Sunda Kelapa. Tak hanya itu saja. Di tempat wisata ini, Anda juga akan menemukan zona Gangster Town yang menyajikan mobil gangster tersohor seperti Al Capone dan Broadway Street, zona Italy, zona Paris, zona Jerman, zona London, zona Las Vegas dan masih banyak lagi.

Di sini, para pengunjung juga dapat menikmati aneka kuliner khas daerah di pasar apung Nusantara yang ada di tempat ini. Bahkan rencananya, Museum Angkut ini juga akan menghadirkan kapal pesiar, pesawat Boeing hingga kereta api dari zaman ke zaman.

Untuk bisa menikmati aneka koleksi dari mobil antik ini, Anda bisa datang mulai pukul 12 siang hingga 8 malam. Dan rasakan sensasi serunya mengelilingi berbagai tempat di salah satu tempat wisata di Malang ini.

Senin, 16 Februari 2015

Menikmati Semaraknya Festival Tempo Doeloe MALANG KEMBALI


Perayaan ulang tahun sebuah kota memang selalu menghadirkan hal-hal yang menarik. Tak terkecuali perayaan ulang tahun dari Kota Malang. Perayaan tersebut dikemas dalam bentuk Festival Tempo Doeloe MALANG KEMBALI. Rasanya sayang jika Anda melewatkan festival di Malang ini.

Festival Tempo Doeloe MALANG KEMBALI atau yang juga dikenal dengan sebutan Malang Tempo Doeloe (MTD) ini diadakan setiap tahunnya sejak pertengahan bulan Mei pada tahun 2006. Festival di Malang ini memang cukup menarik. Bahkan tak hanya memikat para wisatawan lokal saja. Banyak wisatawan mancanegara yang juga ingin menikmati keseruan dari festival ini.

Pada acara festival ini, para warga Kota Malang akan berpartisipasi dengan menggunakan aneka macam pakaian yang cukup unik dari zaman dahulu. Misalnya seperti baju kebaya lengkap dengan kain jariknya, baju petani dengan capilnya, baju safari hingga baju penjajahan zaman Belanda.


Tak hanya menampilkan aneka pakaian tempo dulu saja. Pada festival ini juga, Anda dapat menemukan stand makanan tradisional zaman dahulu yang kini sulit atau bahkan tidak dapat Anda temukan lagi. Mulai dari makanan berat seperti Nasi Jagung, umbi-umbian rebus, hingga aneka jajanan pasar, roti moho, ws lilin, gula kacang, gulali hingga es gandul.

Untuk menambah meriah dan menyemarakan festival untuk mengenang zaman dahulu, tak ketinggalan adalah berbagai foto zaman dahulu yang dipajang sepanjang Jalan Ijen yang menjadi tempat utama berlangsungnya festival tersebut. Dari foto-foto tersebut, Anda dapat merasakan kilas balik Kota Malang tempo dulu.

Di festival ini, tak ketinggalan juga kendaraan kuno yang menjadi ciri khas zaman dahulu. Mulai dari becak, andong, sepeda onthel, mobil zaman dahulu hingga motor CB yang terkenal pada zamannya dipamerkan dalam festival ini. Sangat cocok jika Anda menghadiri festival ini bersama anak Anda. Karena mereka akan mengetahui mengenai sejarah dari kota di Indonesia.

Selain berbagai pameran tersebut, festival di Malang ini juga akan menghadirkan berbagai acara. Tentunya akan menambah kemeriahan perayaan ulang tahun Kota Malang tersebut. Jadi, jika Anda berencana datang ke Kota Malang. Tak ada salahnya datang saat perayaan Festival Tempo Doeloe MALANG KEMBALI.